Rabu, 20 Agustus 2014

Ibu, itu hakku.

Hari itu Rabu pagi, seharusnya Hana pergi ke Gili nangu acara kunjungan sekolah guna pembelajaran tematik tentang alam yang diadakan sekolahnya. Tapi aku dan sebagian besar orang tua temannya juga tidak memberikan ijin karena pertimbangan faktor keselamatan. Sebagai gantinya, mereka boleh menginap di villa gondang milik Ibang, salah satu teman sekelas Hana. Dengan Mio seperti biasa kuantar hana dengan membawa romi yg masih ngantuk ke rumah Ibang. Ternyata sampai di sana mobil yang sedianya membawa ke lokasi masih belum datang. Akhirnya aku pun menunggu. Gak tega rasanya pulang sebelum melihat hana dan rombongan berangkat.

" Ibu, apa aku boleh ikut ke Gondang ? " tanya Romi.
 " Enggak Dek, Mas Rozi sendiri di rumah, kan Mas Rozi mau ulangan, jadi harus belajar" jawabku. Terlihat guratan kecewa diwajahnya.
" Aku sekolah ya hari ini?" Tanyanya lagi.
 " iya" sahutku. Taklama berselang romi mulai merenggek minta pulang. Ku katakan padanya sebentar tunggu mobil Mbak Hana datang. Dia mulai sedikit tidak sabar wajahnya telah berubah memerah karena menahan tangis. Kuhibur dia dengan mengatakan kalau besok kita ke Gondang. Tapi tetap dia merenggek minta pulang, untunglah tidak lama mobil datang.

Setelah beres kuajak Romi pulang. Bergegas dia naik ke mio sembari berkata " ibu aku nangis bukan karena emggak boleh ikut ke Gondang, karena ibu lama ngomong2 di sana aku jadi telat sekolah, aku telat baca iqronya bagaimana aku bisa mengaji kalau sering telat. Makanya aku nangis masa aku aja yang datang telat. Padahal aku bangunnya pagi, tapi aku kan enggak salah, aku harus ikut ibu ngantar Mbak Hana dulu setiap pagi."

Deg.....hatiku serasa tertimpa batu gunung, "Masya Allah....maaf ya Omi...ibu enggak bermaksud membuat Omi telat..." pintaku kepadanya dengan sangat menyesal. Kulihat dia mengangguk lemah dengan kepala tetap tertumpu di stag motor. Ya Allah..tanpa sengaja aku telah menzalimi romi. Tanpa kusadari salama ini dia yang banyak berkorban untuk kakaknya. Sering ke sekolah telat karena aku harus mengantar Hana sekolah karena jaraknya jauh, padahal sekolah Romi nanya berjarak 500m dari rumah. Kusangka dia tidak protes dengan itu, ternyata dia telah mengerti arti tanggung jawab akan kewajibannya. Maaf ya nak, ibu akan berusaha berlaku adil untuk Romi, Mas Rozi dan Mbak Hana. Dan ibu sangat menghargai rasa saling pengertian yang telah kalian lakukan. Ibu tanpa sengaja melanggar hak mu untuk sekolah tepat waktu. Maaf ya Romi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar